Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

AL-ISLAMI dan PERANG PEMIKIRAN




MATERI I
AL-ISLAM

Jika diilustrasikan dalam sebuah garis, terdapat dua garis yang dapat menunjukkan keadaan agama, yaitu garis lurus dan garis bercabang. Garis lurus disini merupakan Jalan Islam,  yaitu jalan yang benar jika sesuai dengan sunnah dan jamaah dan garis yang kedua merupakan Garis bercabang garis ini menggambarkan sebuah agama selain islam dan pemahaman di dalamnya merupakan pemahaman di luar islam. Namun kini yang menjadi sebuah pertanyaan adalah apakah pemaknaan islam yang merupakan agama paling benar hanya merupakan sebuah doktrin saja? Tentu saja bukan, karena landasan islam merupakan ilmu yang diturunkan secara langsung dari Allah swt. melalui nabi. Ilmu adalah hakikat kehidupan dan ilmu dengan islam merupakan satu kesatuan yang tidak mungkin terpisahkan, karena jika ilmu tanpa dilandasi dengan Islam, maka ilmu itu akan sia-sia, islam dalam ilmu akan memberikan jalur-jalur, sehingga ilmu itu memang akan memberikan manfaat kepada yang memilikinya. Begitupun sebaliknya, jika islam tidak dilandasi oleh ilmu, tentu islam itu tidak akan sempurna, karena muslim yang berilmu akan menjadi bijak sehingga mengetahui kebenaran yang benar. 

 
“Dialah  yang megutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya diatas segala agama-agaa  meskipun orang musrik membenci” (Qs. As-saf : 9)

Betapa pentingnya esensi dari perpaduan islam dan Ilmu ini lah yang seharusnya selalu menjadi pegangan setiap manusia dalam hidup. 

Begitu pula bagi pemuda, sebuah negeri membutuhkan pemuda untuk terus memajukan atau setidaknya mempertahankan suatu negeri agar tidak terjadi kehancuran. Kewajiban mempertahankan ini tentu tidaklah mudah, di tambah dengan krisis moral pemuda yang semakin menurun setiap waktunya, hal ini disebabkan karena mereka melakukan suatu hal tanpa mengetahui secara jelas batasan-batasan mana yang seharusnya tidak mereka langgar. Dari hal itu lah terlihat jelas bahwasannya memiliki ilmu saja tanpa didasari dengan islam yang sempurna tentu akan sia-sia.

Lalu apa kiranya strategi yang mampu menjadikan anak muda bangkit>>?

Yang pertama adalah dengan merubah mindset pemuda untuk tidak hanya menjadi seorang penonton yang hanya mampu untuk menyalahkan, namun merubah mindset-nya untuk menjadi pelaku/ pemain dan dari situlah strategi kedua terbentuk untuk membentuk sebuah karakter kepemimpinan  dalam diri pemuda. Caranya adalah dengan menyelesaikan pemahaman kepribadian seorang islam yang ideal dan melihat kompetensi diri, lalu dengan membuat planning masa depan dari sekarang, entah itu planning setelah kuliah atau bahkan lebih panjang dari itu.

Oleh Ust. Khairudin.



HIDUP SEKALI, HARUS BERPRESTASI!

HIDUP SEKALI HARUS BERPRESTASI!, UKI FEB Unsoed
Number One



Setiap manusia pasti mengalami fase kehidupan, mulai dari bayi, balita, anak-anak, dewasa, tua dan meninggal. Namun, hidup kita tak sekedar hanya menjalani fase demi fase hingga kita meninggal, ada maksud besar mengapa kita tercipta, ada maksud mendalam mengapa kita meninggal nanti. Namun dapatkah kita memaknai setiap perubahan dalam fase hidup kita? Mampukah kita menjadikan momentum perubahan itu menjadi hal yang bermakna? Apalagi jika kita ingin wujudkan MIMPI, mutlak kita harus berubah, mencari jalan terbaik dan bekerja keras untuk menggapainya.


Tidak seorang pun dari kita yang dapat menghentikan laju perubahan. Berubah bukan berarti berhenti menjadi diri sendiri. Berubah artinya menjadi diri sendiri yang lebih baik dari sebelumnya. Lebih baik karena kompetensinya bertambah, pengetahuannya bertambah, pemahamannya lebih dalam, pemikirannya lebih bijaksana, cara kerjanya lebih kompetitif, dan hidupnya lebih terarah.

Kita semua pasti memiliki potensi yang luar biasa dan unik. Potensi itu harus diubah menjadi manfaat nyata bagi orang lain. Metamorfosis potensi menuju manfaat nyata yang lebih besar itulah perubahan. Karena itu, perubahan pasti membawa tantangan sekaligus peluang. Karena itu, keberhasilan sebuah perubahan dapat diukur dari kemampuan kita mengubah tantangan menjadi peluang.

Memang tak dapat dipungkiri, proses perubahan itu sendiri dapat menimbulkan ketidaknyamanan, mungkin juga kesulitan. Tapi itu hanya bersifat sementara dan sangat manusiawi. Karena kita sedang menyesuaikan diri dengan keadaan dan situasi yang baru. Kita memang perlu adaptasi terhadap perubahan. Membiasakan diri terhadap hal-hal baru yang sebelumnya tidak kita lakukan. Namun tujuan akhirnya adalah menghasilkan kebaikan yang lebih luas, memberi manfaat yang lebih besar.

Berubah, bisa mudah, bisa juga sulit. Tergantung pada kita dalam menyikapi perubahan itu sendiri. Lalu, apa yang harus kita lakukan ? Tidak ada pilihan lain kecuali merespon positif setiap perubahan yang terjadi. Beberapa jurus yang dapat kita lakukan dalam menyikapi perubahan adalah :

  1. Bersikap positif, agar kita bisa objektif dan kreatif menghadapi perubahan, bukan mengeluh.
  2. Adaptasi, agar kita mudah menyesuaikan diti terhadap situasi yang ada.
  3. Pahami apa yang sudah berlalu dan yang akan datang, agar kita dapat mengidentifikasi apa yang harus dilakukan.
  4. Tingkatkan pengetahuan dan kompetensi, agar mampu menghadapi tantangan sebagai akibat dari perubahan.
  5. Ubahlah tantangan menjadi peluang, agar menjadi motivasi dan menguatkan diri kita. Sungguh, kita butuh perubahan untuk mencapai tingkatan yang lebih baik. Kita juga harus berani keluar dari zona nyaman atau comfort zone saat ini untuk menuju another comfort zone yang lebih baik. Kini bersiaplah untuk mengelola perubahan, karena hidup kita hanya sekali, maka dari itu harus berprestasi... 


Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Ar Ra’d : 11)

Mengeluh? Coba Lihat Sekitarmu!

Mengeluh? Coba Lihat Sekitarmu!, UKI FEB Unsoed
Smile

Seringkali kita mengeluh tentang apa yang kita alami, tanpa memikirkan apa yang dialami oleh orang lain di luar sana. 

Seringkali kita mengeluh tentang beban hidup yang kita tanggung begitu berat, tanpa memikirkan beban hidup yang di tanggung orang lain,. 

yang mungkin malah lebih besar daripada beban yang kita tanggung,.

Seringkali kita dengan gampangnya mengeluarkan kata-kata untuk mengeluh,.

Seringkali kita bosan, tidak puas dengan kehidupan kita dan berbagai hal lain yang kita keluhkan,.

INGAT!!!
Mengeluh? Coba Lihat Sekitarmu!, UKI FEB Unsoed
Beban?


Dalam Surat Al Insyirah (melapangkan), Allah Ta’ala berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah : 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah : 6)

Lihatlah dari sudut pandang yang lain, dimana dalam sudut pandang tersebut kita dapat menemukan fakta yang lain
Lihatlah dalam sudut pandang Positif



Mengeluh? Coba Lihat Sekitarmu!, UKI FEB Unsoed
Beban?

"Aduhhhh, Banyak tugas kuliah nih!!!"
Bersyukurlah karena karena artinya kamu masih bisa merasakan manisnya Pendidikan!

"Yaelahhhh, Kenapa pake Hujan segala sih?!!!"
Bersyukurlah karena artinya kamu masih bisa menikmati air hujan yang membasahi Bumi!!!

"Yahhh, Pahhh uang jajannya kurang nihhh!"
Bersyukurlah karena artinya kamu masih punya Ayah yang mencarikanmu Nafkah!!!

"Ihhhhh, Ibu cerewet Bangetttt sihhh!!!"
Bersyukurlah karena Ibumu masih sehat dan Peduli padamu!!! :)

Lihat,. sebenarnya di balik banyak kata-kata keluhan tersebut ada hal-hal yang harusnya kita syukuri,. Jika kita mau melakukannya,.
Jangan dengan mudahnya melontarkan kata-kata untuk mengeluh,. sebaliknya lihatlah hal apa yang harus kita syukuri di balik semua itu!!! :)
Apalagi kalo sampe masang Status di Sosial Media #mending_Jangan_Deh

#If you have a problem, Face IT!
Don't Facebook IT,. Hehe,.

Banyak sekali nikmat yang di berikan pada kita oleh Allah سبحانه و تعالى
  • masih dapat hidup hingga detik ini
  • masih dapat bernafas
  • masih sehat dan segar bugar
  • masih dapat melihat
  • memiliki teman-teman yang baik
  • memiliki keluarga yang kita cintai
  • memiliki orang yang kita sayangi dan cintai
  • masihhhh banyakkkk lagi yang lainnya
Sepertinya kita terlalu berorientasi pada masalah yang dimiliki, bukannya mensyukuri apa yang terjadi,. dan mengatasi apa yang dialami diri ini,.

Allah berfirman dalam surat Ar-Rahman

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

dan diulang kalo gak salah hitung sebanyak 31x

Soo, pandai-pandailah bersyukur,. jangan mendustakan nikmat dari Allah سبحانه و تعالى


Mengeluh? Coba Lihat Sekitarmu!, UKI FEB Unsoed
InsyaAllah


Pembelajaran untuk kita semua termasuk untuk penulis,. yang masih harus banyak belajar,.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk kita semua


Mohon maaf jika ada kesalahan dan kata-kata yang tidak maupun yang kurang berkenan,.



UKI FEB Unsoed, Mengeluh? Coba Lihat Sekitarmu!
Senyummmm,. :) Hadapi Semua ini,.

Hidup adalah Anugerah Bagi Jiwa yang Ikhlas

Hidup adalah Anugerah Bagi Jiwa yang Ikhlas, UKI FEB Unsoed
Sakura


Yang tinggal di gunung merindukan​ pantai.

Yang tinggal di pantai merindukan​ gunung.


Di musim kemarau merindukan​ musim hujan.

Di musim hujan merindukan​ musim kemarau.


Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.

Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.


Diam di rumah merindukan​ bepergian.

Setelah bepergian merindukan​ rumah.


Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entreprene​ur supaya punya time freedom…

Begitu jadi Entreprene​ur ingin jadi karyawan, biar gak pusing…


Waktu tenang mencari keramaian.

Waktu ramai mencari ketenangan​.


Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/is​tri cantik.

Begitu sudah dapat suami ganteng/is​tri cantik, pengen yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh.​.


Punya anak satu mendambaka​n banyak anak.

Punya banyak anak mendambaka​n satu anak saja.

Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, namun mengabaika​n apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ?



“Semoga kita jd pribadi yang selalu bersyukur.​.Yg snantiasa​ b’syukur dngn berkah yg sudah kita miliki”.


“Bagaimana​ mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?


Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.
Namun bila daun kecil ini menempel di mata


kita, maka tertutupla​h bumi!”
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana.


Bumi ini pun akan tampak buruk.
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil.


Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/nega​tif!
Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua…


Syukuri apa yg ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yg ikhlas.


dengan sedikit penyesuaian
Diberdayakan oleh Blogger.